Lebih Banyak Opsi Pencarian
Hasil pencarian Anda

Perbedaan Kavling dan Perumahan, Temukan Jawabannya di Sini!

dikirim oleh admin di 29 Juli 2023
0

Perbedaan kavling dan perumahan perlu diketahui bagi Anda yang berencana membeli atau membangun rumah. Secara singkat, kavling hanya terdiri dari lahannya saja, sedangkan perumahan terdiri dari bangunannya.

Perbedaan kavling dan perumahan akan dibahas di artikel kali ini beserta penjelasan jenis, tipe, serta tips untuk Anda!

  • Pengertian Kavling
  • Pengertian Perumahan
  • Perbedaan Kavling dan Perumahan
  • Keunggulan Tanah Kavling untuk Investasi
  • Tips Memilih Tanah Kavling

Pengertian Kavling

Tanah kavling adalah bagian tanah yang telah di petak-petak dengan ukuran tertentu untuk dijadikan bangunan atau rumah. Dalam bahasa inggris, kavling disebut dengan lot karena mengacu pada sebidang kecil tanah di perumahan atau pedesaan.

Ukuran satu lot biasanya ditujukan untuk satu hunian atau tergantung pada pemilik lahan. Sebagai contoh, sebidang tanah dengan luas 1 hektar bisa dibagi menjadi 10-20 kavling yang nantinya dapat dibangun rumah tipe 45 atau 60. Sementara itu, sertifikatnya tanah kavling bisa berasal dari gabungan beberapa sertifikat atau satu sertifikat induk biasa.

Perbedaan kavling dan perumahan secara singkat adalah kavling masih berupa lahan sedangkan perumahan sudah ada bangunannya.

Pengertian Perumahan

Perumahan adalah sebuah lingkungan yang terdiri dari kumpulan unit-unit rumah tinggal dimana dimungkinkan terjadinya interaksi sosial diantara penghuninya, serta dilengkapi prasarana sosial, ekonomi, budaya, dan pelayanan yang merupakan subsistem dari kota secara keseluruhan.

Lingkungan ini biasanya mempunyai aturan-aturan, kebiasaan-kebiasaan serta sistem nilai yang berlaku bagi warganya.

Perumahan bentuknya bervariasi di negara-negara manapun. Perumahan biasanya dibangun oleh seorang kontraktor tunggal dengan hanya beberapa gaya rancangan rumah atau bangunan, sehingga penampilannya menjadi seragam. Pada umumnya, perumahan adalah monotenur.

Menurut UU No. 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman, perumahan berada dan merupakan bagian dari permukiman, perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan (pasal 1 ayat 2).

Inilah Perbedaan Kavling dan Perumahan

Perbedaan kavling dan perumahan harus diketahui bagi Anda yang berencana membeli atau membangun rumah. Sama-sama ditawarkan oleh pengembang properti, rupanya masih banyak yang belum tahu apa perbedaan keduanya. Hal ini pun kerap jadi permasalahan yang kerap dihadapi para calon pembeli rumah.

Sekilas, kavling dan perumahan memang tidak memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Hanya saja, ada beberapa perbedaan yang sering luput jadi perhatian seperti legalitas dan jenisnya.

Tanah kavling adalah bagian tanah yang sudah dipetak-petak dengan ukuran tertentu untuk bangunan atau tempat tinggal. Tanah kavling memiliki variasi bentuk tanah dan ukuran yang dapat disesuaikan menurut posisi.

Jadi, tanah kavling bukan berupa rumah jadi melainkan lahan kosong. Nantinya, di sebuah tanah kavling itu akan dibangun sebuah rumah atau tempat tinggal sesuai desain yang diinginkan.

Tidak hanya berada di suatu kawasan perumahan, tanah kavling juga terdapat di area lain seperti pinggir jalan raya. Akan tetapi, kebanyakan pengembang properti menawarkan tanah kavling siap pakai alias tanah matang di suatu perumahan yang dikembangkan. Jenis properti yang satu ini juga cocok dijadikan instrumen investasi jangka panjang.

Sedangkan perumahan adalah hunian berkelompok yang berada di dalam sebuah lingkungan dengan bentuk bangunan yang serupa. Biasanya, perumahan terletak di suatu pemukiman atau perkotaan yang dilengkapi sarana dan prasarana.

Berbeda dengan tanah kavling, rumah yang berada di kawasan perumahan dan dikembangkan developer umumnya berdesain sama.

Desain rumah yang dikembangkan di desain minimalis dan modern mengikuti tren atau perkembangan zaman. Sama seperti kavling, perumahan juga dibagi ke dalam beberapa jenis yaitu clusterresidence, dan townhouse.

Jadi, kavling merupakan properti atau lahan kosong yang dapat dibangun oleh individu sesuai desain yang diinginkan. Sementara itu, perumahan adalah properti berupa rumah yang dikembangkan developer dengan bentuk dan desain seragam.

Keunggulan Tanah Kavling untuk Investasi

Selain rumah, investasi lahan seperti tanah kavling juga banyak dilirik karena potensi nilainya yang cenderung naik setiap tahun. Kira-kira keuntungan apa saja yang bisa Anda dapatkan? Simak pembahasan lengkapnya:

1. Biaya Perawatan Lebih Terjangkau

Jika berinvestasi pada rumah atau bangunan, Anda harus menyiapkan dana lebih untuk perawatan setiap bulannya apalagi jika properti tidak digunakan. Berbeda dengan tanah kavling, biasanya Anda hanya perlu mengeluarkan uang keamanan untuk menghindari tanah diserobot orang lain atau didirikan bangunan liar.

2. Minim Resiko Kehilangan

Tidak seperti rumah yang berisiko terkena kebakaran atau pencurian, tanah lebih aman dari potensi kehilangan karena sifatnya yang tetap. Asalkan tidak bersengketa dan sertifikat aman, maka tanah kavling jadi investasi tepat bagi Anda

3. Capital Gain

Setiap investor pasti berharap keuntungan yang besar dari instrumen investasinya. Tak heran banyak yang memilih tanah kavling karena tercatat kenaikan harganya mencapai 20-25% per tahun tergantung lokasi. Jika punya modal yang cukup segera cari tanah kavling untuk investasi menjanjikan beberapa tahun mendatang.

4. Lokasi Strategis

Kebanyakan tanah kavling dipasarkan di lokasi yang strategis seperti perumahan yang telah dilengkapi banyak fasilitas. Akses jalan yang dekat fasilitas umum, mudah dilalui kendaraan, dan bebas banjir jadi keuntungan yang patut dipertimbangkan.

5. Lebih Mudah Jual Kembali

Persaingan penjualan rumah saat ini sangat ketat karena banyaknya pemain. Namun bagi Anda yang memiliki tanah kavling, ada keuntungan untuk menjualnya lebih mudah karena kompetitor lebih sedikit dan minat pasar terhadap tanah masih tinggi.

6. Pembangunan Fleksibel

Memiliki tanah kavling sendiri membuat Anda lebih fleksibel untuk menentukan kegunaannya. Jika belum cukup modal untuk membangun gedung, Anda bisa mengalihkan fungsi tanah sebagai lokasi bisnis lain seperti hidroponik yang memiliki prospek cukup baik di masa depan.

7. Bangunan Lebih Kokoh

Jika tanah kavling diperuntukan untuk membangun rumah, maka Anda bisa lebih selektif dalam memilih material dan desain agar hasilnya lebih kuat. Keuntungan ini tentu tidak didapatkan jika membeli rumah siap huni dari pengembang. .

8. Jadi Pasif Income

Tak apa jika belum punya modal untuk membangun hunian di atas lahan. Sembari menunggu harganya naik, Anda bisa memanfaatkan tanah kavling menjadi penghasilan tambahan dengan menyewakannya. Ada beragam usaha yang bisa dilirik seperti lahan parkir sampai tempat berjualan kaki lima.

Tips Memilih Tanah Kavling

Membeli tanah kavling tidak boleh sembarangan. Harganya yang mahal membuat Anda harus benar-benar teliti dan selektif dalam memilih lahan agar menguntungkan. Sebelum memutuskan, simak tips membeli membeli tanah kavling berikut ini:

1. Cek Kelengkapan Dokumen

Maraknya aksi mafia tanah membuat Anda harus benar-benar memastikan keaslian sertifikat tanah. Periksa apakah tanah kavling yang akan dibeli statusnya Hak Guna Bangunan (HGB) atau Sertifikat Hak Milik (SHM). Jika masih HGB, tanyakan pada penjual siapa yang akan menanggung biaya penggantian ke SHM karena cukup besar.

2. Lihat Kondisi Lingkungan

Setelah dokumen dipastikan asli, lihat langsung kondisi lingkungan di sekitar lahan. Jangan mudah percaya pada foto yang ditawarkan oleh penjual. Sebaiknya pastikan sendiri apakah lokasi tanah kavling dekat dengan pabrik atau daerah rawan kejahatan.

3. Pastikan Batas Tanah Kavling

Tanah tanpa bangunan sangat rawan menjadi objek jahil oknum nakal dengan menggeser patoknya. Pastikan batas-batas yang ditetapkan dan luas tanah di lapangan sama dengan sertifikat untuk menghindari sengketa di masa depan.

4. Cari Tahu Prospek Kenaikan Harga

Anda membeli tanah kavling tentu dengan tujuan mendapat untung. Karena itu cek prospek kenaikan harganya dengan melihat apa ada kemungkinan pembangunan infrastruktur di dekat lokasi lahan. Lokasi yang dekat dengan fasilitas umum membuat harganya naik 5-20% tiap tahunnya.

5. Lihat Akses Jalan

Syarat satu ini sangat penting saat membeli tanah atau rumah. Pastikan lokasi yang Anda incar bisa dilalui motor dan mobil. Lebih baik lagi jika transportasi umum bisa menjangkau tempat tanah kavling yang diinginkan.

6. Meminimalisir Bahaya

Jika faktor akses sudah aman, jangan lupa perhatikan faktor risiko bahaya di sekitar tanah kavling. Pastikan lahan merupakan daerah bebas banjir, tidak di perbukitan yang rawan longsor, dan tidak dekat sutet.

7. Cari Tahu Asal Usul Tanah

Terakhir, agar tanah kavling Anda menguntungkan, hindari membeli di lokasi bekas tempat pembuangan sampah, kuburan, dan atau pabrik dengan tanah yang tercemar. Anda bisa mendapatkan informasinya dengan bertanya pada warga sekitar atau di kantor Kelurahan dan Kecamatan.

Itulah penjelasan mengenai perbedaan kavling dan perumahan, beserta kelebihan dan tips memilih tanah kavling. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

  • Advanced Search

    Lebih Banyak Opsi Pencarian
  • Our Listings

Bandingkan Daftar